Perekonomian Indonesia

Indikasi Perekonomian Indonesia Mengkhawatirkan

Ekonom senior Kwik Kian Gie mengungkapkan sejumlah sinyal ekonomi yang mengkhawatirkan berdasarkan beberapa indikator.

Pakar senior itu menyebutkan beberapa indikator yang dimaksud seperti meningkatnya utang negara, nilai Rupiah yang turun, serta defisit neraca perdagangan. Ia memaparkan bahwa penurunan itu sudah terjadi semenjak awal periode kepemimpinan Presiden Jokowi, yakni yang awalnya berkisar 9.300 dan sempat menjadi 15.000.

Beban Utang Negara

Masalah utang negara juga menjadi beban yang semakin tidak terbayangkan bagaimana nanti kedepannya. Utang negara itu disebabkan oleh program pembangunan infrastruktur yang nyaris tidak terkendalikan. Di saat bersamaan, impor juga terus dilakukan sementara komoditas ekspor rata-rata jalan di tempat.

Kemampuan APBN

Gie menjelaskan pula bahwa ada masalah yang disebabkan kurangnya pendanaan APBN namun tidak diimbangi oleh pengendalian pembangunan infrastruktur. Alhasil, beban keuangan negara semakin bertambah. Masih ada lagi berbagai praktik korupsi yang masih merajalela oleh sebagian penyelenggara negara.

Mantan Menko Ekonomi, Keuangan, dan Industri ini menyatakan bahwa program pembangunan infrastruktur dewasa ini tidak tepat waktunya. Terlihat ambil pukul rata dan main terobos tanpa memperhitungkan berbagai faktor dan relevansinya. Ia memberikan contoh dari pembangunan ruas jalan Papua yang menghabiskan biaya besar tapi hanya sedikit unit kendaraan yang melintasinya. Akibatnya, keuangan negara terbebani oleh serangkaian utang demi mendanai proyek-proyek tersebut.

Kritik dari ekonom senior itu sudah ditanggapi sebelumnya oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Ia menekankan supaya publik lebih menyoroti ke aset negara yang dimiliki, bukannya utang. Menurutnya, aset negara sekarang ini sangat besar tapi kita sering lupa atau tidak memiliki artikulasi bagus untuk mempromosikannya.

Bukannya tidak menjadi perhatian, tapi masalah hutang ini sudah jadi kewajiban pemerintah untuk menanganinya. Pernyataan menteri ini mengundang banyak komentar baik yang mendukung atau menyanggah. Pasalnya, kebijakan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah dewasa ini memang terlihat mencolok. Sementara program-program tersebut baru dijalankan tepat menjelang masa-masa kampanye. Jelas sekali jika kecurigaan tersebut dialamatkan pada masalah popularitas yang hendak dibangun oleh tim bersangkutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *